Koperasi Pegawai Negeri "Rebbak Keke" adalah koperasi internal di lingkungan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Pakpak Bharat. Seperti koperasi lain di Indonesia koperasi ini berdasarkan atas asas kekeluargaan.. Anggotanya berasal dari pegawai yang ada di DIPPEKADE.
Koperasi Pegawai negeri "Rebbak Keke" didirikan pada tanggal 1 Juli 2009 atas usulan mantan Kepala DIPPEKADE waktu itu bapak Drs. Musa Ritonga, MM.
Saat ini kegiatan usaha koperasi Rebbak Keke yang ada adalah kegiatan Simpan-Pinjam. Untuk pengembangan kedepan akan dibuka unit-unit usaha lain yang memiliki prospek. Sampai dengan Juli 2012 aset simpanan anggota yang dimiliki telah mencapai angka Rp.100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah).
Kabupaten Pakpak Bharat menyimpan banyak potensi wisata
yang cukup menarik dan mempesona dengan berbagai keindahan alam maupun
nilai sejarah yang memiliki nilai jual tinggi kepada wisatawan lokal
maupun mancanegara.
Kepala Dinas Kebudayaan,
Parawisata, Perhubungan, Pertamanan dan Kebersihan (Disbudparhubmansih)
Pakpak Bharat, Mester Padang SPd kepada wartawan saat mengunjungi objek
wisata air terjun Lae Mbilulu baru baru ini, mengatakan, sejumlah objek
wisata yang dapat dinikmatasi wisatawan diantaranya, air terjun Lae Une di Desa Kecupak I Kecamatan PGGS, air terjun Lae Mbilulu di Desa Paronggil Kecamatan Tinada, Eluh bru Tinambunen dan Delleng Simpon
di desa Ulumerah Kecamatan STU Julu, objek wisata bahari, dan objek
wisata sejarah dengan menelusuri kisah perjalanan maupun tempat
persinggahan Sisingamangaraja ke XII dan Makam Mpu Bada sepanjang 12
meter.
![]() |
| Air Terjun Lae Une |
![]() |
| Air Terjun Lae Simbilulu |
![]() |
| Eluh Bru Tnambunen |
![]() |
| Delleng Simpon |
Dengan
terkelolanya objek wisata ini, dipastikan mampu mendongkrak jumlah
pendapatan asli daerah (PAD) sebagaimana dilakukan Provinsi Bali,
Kabupaten Karo dan Simalungun dengan Danau Toba-nya.
Dikatakannya, kendala maju
mundurnya parawisata Pakpak Bharat, minimnya sarana dan prasarana yang
memadai untuk akses menuju lokasi wisata dan belum terpublikasinya objek
dimaksud.
“Mudah-mudahan untuk tiga tahun
ke depan, seluruh objek wisata di Pakpak Bharat dapat dikelola untuk
menambah PAD kita,” sebut Mester. (mag-14)
Sumber Gambar : Pakpak Bharat Blog, Artikel : Harian Sumut
![]() |
| Pajak dan Retribusi anda adalah modal bagi pembangunan Kab. Pakpak Bharat |
| Kantor Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Pakpak Bharat |
![]() |
| Setiap SKPD di Kab. Pakpak Bharat harus menyusun anggaran yang tepat |
![]() |
| Setiap SKPD di Kab. Pakpak Bharat harus melakukan penatausahaan aset dengan benar |









